Deteksi Dini, Kanker Bisa Sembuh Kok!

Kanker adalah momok yang menakutkan bagi setiap orang. Diperkirakan sekitar 100 dari 100.000 penduduk di Indonesia menderita kanker. Akan tetapi, sebenarnya penderita tak perlu khawatir karena kanker dapat disembuhkan jika terdeteksi secara dini.

“Sekitar 70 persen pasien penderita kanker dapat sembuh secara total dengan melakukan pendeteksian secara dini,” ujar Kepala Humas RS Kanker Dharmais Bambang Purwanto dalam acara Penyuluhan Kanker untuk Masyarakat Umum di Jakarta, Selasa (13/10).

Sayangnya, kata Bambang, hampir 70 persen pasien yang datang untuk berobat ke rumah sakit sudah memasuki kanker stadium lanjut sehingga harapan untuk kesembuhannya tipis. Untuk itulah, ia menyarankan agar pendeteksian dini perlu dilakukan secara rutin, minimal sekali dalam setahun.

Berkaca dari jenis kanker yang sering diderita, Bambang menganjurkan agar kaum wanita melakukan pemeriksaan papsmear untuk deteksi kanker serviks dan mamografi untuk deteksi payudara. Adapun untuk kaum pria dianjurkan melakukan pemeriksaan kanker paru dan prostat.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui metode klinis, tes-tes laboratorium, rontgen, USG, endoskopi, CT-Scan, dan MRI. Selain itu, pendeteksian yang paling mudah dapat dilakukan secara sendiri, yaitu Periksa Payudara Sendiri (Sadari).

Sementara itu, menurut Kepala Unit Layanan Rujukan RS Kanker Dharmais dr Rusmiaty Amiruddin, penyebab terlambatnya deteksi dini akibat kurangnya pengetahuan masyarakat serta minimnya penyuluhan akan bahaya dan cara pencegahan kanker.

Selain itu, keterbatasan dana juga sebagai penyebab masyarakat enggan untuk melakukan deteksi di rumah sakit. “Padahal, di wilayah Jakarta Barat sendiri, sudah ada layanan pemeriksaan secara cuma-cuma untuk pasien. Akan tetapi, banyak sekali pasien yang berobat sudah berada pada tahap stadium lanjut”, ujar Rusmiaty.

“Untuk itulah, penyuluhan yang disosialisasikan kepada masyarakat dan para remaja di sekolah berperan penting agar mereka tahu bagaimana melakukan pendeteksian dini, minimal dengan melakukan Sadari”, ujar dr Rusmiaty.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s