Anak Malas Rentan Sakit Jantung

GAYA hidup yang kurang aktif atau sedentari  seringkali  tidak menguntungan bagi kesehatan  dan bahkan kerap disebut sebagai pemicu timbulnya berbagai jenis penyakit.

Gaya hidup bermalas-malasan ini pun ternyata tidak hanya berpangaruh buruk terhadap para orang dewasa atau remaja.  Namun anak-anak yang membiasakan dirinya kurang aktif pun menjadi lebih rentan terkena jenis penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup.

Seperti yang diungkapkan oleh hsil riset para ahli di Universitas North Caroline  AS, Jumat (4/4) kemarin, anak yang bergaya hidup sedentari tercatat enam kali lebih besar memiliki kemungkinan mengidap penyakit jantung ketika menginjak dewasa ketimbang teman-temannya yang hidup aktif.

Bahkan menurut studi tersebut, kelompok gejala gangguan jantung yang disebut dengan istilah metabolic syndrome,  dapat muncul pada awal-awal usia belasan tahun.

Tim peneliti dari Universitas North Carolina  yang dipimpin Robert McMurray, melakukan riset dengan cara mengukur indikator penting kesehatan pada sekitar 400 anak-anak berusia 7 hingga 10 tahun, termasuk mencatat tinggi badan, massa tubuh, persentase lemak dalam tubuh, tekanan darah dan kadar koleskterol. Frekuensi dan durasi anak-anak dalam melakukan latihan-latihan fisik juga dipantau dan dicatat selama penelitian.

Tujuh tahun kemudian, anak-anak ini kemudian diteliti lagi ketika mereka berajak dewasa untuk melihat sejauh mana mereka mengalami tanda-tanda sindroma metabolik. Berdasarkan kesimpulan peneliti yang mempublikasikan riset ini dalam British journal Dynamic Medicine, hampir lima persen dari para anak abg berusia 13 hingga 19 ini tercatat memiliki tiga atau lebih kondisi atau gejala utama.

Hasil ini juga sejalan dengan riset sebelumnya yang menunjukkan sekitar empat hingga sembilan persen remaja di Amerika Serikat memilliki kombinasi intoleransi glukosa, hipertensi, obesitas dan kekhawatiran kelebihan kolesterol.

Namun hingga saat ini, belum ada peneliti yang mencari hubungan antara aktivitas fisik di awal masa kanak-kanak dengan peluang mereka mengidap gejala penyakit jantung.

Menurut McMurray, anak-anak yang mengidap sindroma cenderung enam kali melakukan latihan kebugaran tingkat rendah dan lima kali cenderung melakukan aktivitas fisik tingkat rendah ketika studi ini dimulai.

Padahal yang terbaik, lanjutnya, anak-anak pada usia ini seharusny melakukan sekitar  20 menit aktivitas jalan kaki, naik sepeda dengan kecepatan sedang atau melakukan aktivitas yang sama beratnya.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) Amerika Serikat  yang berpusat di Atlanta merekomendasikan anak-anak untuk menyibukkan diri pada aktivitas dan latihan tingkat ini sekurangnya satu jam per hari.

“Ini menujukkan perlunya upaya untuk meningkatkan latihan fisik  sejak masa kanak-kanak.  Karena anak-anak sekarang  hidup dengan sangat santai dan cenderung mudah terkena obesitas,” tegas McMurray.  

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s