Awas Jantung Saat Nonton Sepakbola!

Bagi para penggila sepakbola, menonton tim kesayangan berlaga di lapangan hijau tentu momen yang sangat dinanti-nantikan. Apalagi jika laga tersebut merupakan partai besar (bigmacth), di mana para fans biasanya terbius atmosfer pertandingan yang membuat mereka tegang, sedih atau pun suka cita.

Namun siapa sangka, dibalik keasyikan menonton sang idola memainkan di kulit bundar ternyata ada risiko kematian yang mengintai. Menurut peneliti di Jerman, menonton sebuah bigmatch dapat menimbulkan ketegangan otot jantung yang berujung pada kasus serangan jantung.

Tim peneliti yang dipimpin Dr Ute Wilbert-Lampen dari Ludwig-Maximilians University di Munchen mengungkap sebuah data menarik tentang kasus serangan jantung yang dikaitkan dengan hari-hari di mana tim nasional Jerman tampil di ajang Piala Dunia 2006.

Hasil analisis mengungkapkan, risiko para fans – khususnya pria Jerman – mengalami serangan jantung atau gangguan serius jantung lainnya meningkat hingga tiga kali lipat saat mereka hadir mendukung tim nasional tampil. Angka tersebut tercatat 82 persen lebih tinggi ketimbang para wanita Jerman. Peneliti juga menemukan, kasus kegawatan jantung biasanya terjadi  dalam dua jam setelah pertandingan di mulai.

“Menyaksikan pertandingan sepakbola dalam keadaan tegang dapat meningkatkan risiko terjadinya kasus kardiovaskular hingga lebih dari dua kali lipat,” ungkap Dr Ute Wilbert-Lampen dan koleganya yang mempublikasikan temuan ini dalam New England Journal of Medicine.

Peneliti menambahkan, kondisi yang tidak stabil secara emosional  dalam pertandingan olahraga juga dapat memicu efek yang sama.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, Wilbert-Lampen cs meneliti catatan kesehatan dari total 4.279 pasien di Jerman.  Data-data ini diambil dari tujuh hari pertandingan tim Jerman di Piala Dunia 2006, 24 hari pertandingan yang melibatkan tim negara lainnya, serta 242 hari lain pada tahun 2003, 2005 dan 2006. Selama riset ini, peneliti hanya melibatkan fans Jerman yang mengalami gangguan jantung.

“Enam dari tujuh pertandingan di mana tim sepakbola Jerman tampil, berkaitan dengan peningkatan jumlah kasus kegawatan jantung melebihi jumlah periode yang diteliti,” tulis Wilbert-Lampen cs.

Angka tertinggi kasus kegawatan jantung terjadi pada 30 Juni di mana tim sepakbola Jerman mengalahkan  Argentina di babak perempatfinal melalui drama adu penalti yang menegangkan. Pada pertandingan berikutnya, di mana Jerman kalah dari Italia di semifinal, juga tercatat jumlah kasus yang hampir sama banyaknya. Anehnya, ketika Jerman mengalahkan Portugal 3-1 dalam perebutan tempat ketiga tidak ada angka mencolok kasus jantung.

“Tampaknya, hal terpenting dari pemicu sters bukanlah hasil sebuah pertandingan namun lebih kepada tingkat ketegangan dan pengalaman menyenangkan selama menyaksikan sebuah pertandingan dramatis seperti adu penalti,” ungkap peneliti dalam catatannya.

Para ahli juga menganjurkan dokter sebaiknya mempertimbangkan penambahan dosis obat-obatan jantung serta memberikan  fans pengidap penyakit jantung semacam terapi perilaku untuk mengatasi stress saat menghadapi momen yang berpotensi menimbulkan serangan jantung.

<!–/ halaman berikutnya–>

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s