Operasi Jantung, Lebih Nyaman dengan Transkateter

PENYAKIT jantung bawaan merupakan jenis penyakit bawaan yang cukup banyak diderita anak baru lahir. Sekitar 30 persen dari seluruh kasus kelainan bawaan, penyakit jantung bawaan merupakan kasus yang paling sering muncul dan menyebabkan kematian di tahun pertama kehidupan.

PJB merupakan penyakit dengan kelainan pada struktur atau fungsi sirkulasi jantung yang telah ada saat lahir. Kelainan ini terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal pertumbuhan janin. Sekitar sepertiga hingga separuh dari seluruh kasus PJB memerlukan tindakan bedah atau intervensi.

Padahal tindakan macam ini seringkali mengguncang batin di pasien juga keluarganya. Pasien dihadapkan oleh deretan pisau bedah sebelum operasi, dan diselesaikan dengan bekas sayatan operasi. Karena itulah, tak heran banyak pasien yang menolak untuk melakukan operasi.

Namun sejalan dengan kemajuan yang dicapai dalam intervensi bedah, teknik bedah dengan keberhasilan operasi yang cukup memuaskan mulai berkembang , terutama untuk kasus jantung bawaan. Teknik dengan kateterisasi jantung telah berkembang menjadi teknik intervensi transkateter.

Menurut Prof. Dr. Ganesja Mulia Harimurti, SpJP (K), FIHA, FASCC, spesialis jantung anak RS Harapan Kita, kateterisasi jantung adalah suatu tindakan invasive yang dilakukan untuk mendiagnosa penyakit jantung. Caranya dengan memasukkan kateter atau selang kecil ke dalam sistem pembuluh darah besar, arteri koroner dan ruang-ruang jantung disertai dengan pengukuran saturasi darah di daerah jantung.

Intervensi transkateter lewat balonisasi dilakukan dengan memasukkan kateter khusus melalui sayatan 2 mm di kulit (seperti kateterisasi jantung) untuk memasukkan balon atau stent pada pembuluh darah koroner yang menyempit, agar dapat dilebarkan atau dibuka untuk melancarkan kembali aliran darah. Tindakan ini dilakukan setelah diketahui adanya penyempitan pembuluh darah koroner dari pemeriksaan kateterisasi jantung.

Keuntungan dari intervensi transkateter antara lain tidak menyisakan jaringan parut bekas sayatan operasi karena luka bekas lubang cepat menghilang, rasa nyeri yang kurang di banding operasi bedah, masa rawat yang lebih pendek serta angka kematian dan kesakitan yang lebih rendah. “Dengan adanya intervensi transkateter ini, pasien memperoleh banyak keuntungan, selain harganya yang lebih murah dibanding dengan operasi bedah, cara ini juga tidak meninggalkan bekas, sehingga pasien khususnya perempuan tidak perlu merasa rendah diri dengan adanya bekas sayatan operasi,” ujar Ganesja.

Beberapa intervensi transkateter pada PJB yang sudah dilakukan antara lain, dilatasi, oklusi, reparas dan penggantian katup, ablasi (tindakan untuk mengatasi aritmia ventrikel), dan pacu jantung permanen.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s