Serangan Jantung Lebih Mematikan di Malam Hari

Pasien rumah sakit yang mengalami serangan jantung pada malam hari atau akhir pekan berpeluang jauh lebih kecil untuk selamat dibandingkan mereka yang mengalaminya selama hari kerja atau malam hari kerja, demikian hasil studi yang dilaporkan, Rabu (20/2).

Meskipun studi tersebut tak dirancang untuk menunjukkan secara pasti mengapa itu terjadi, tampaknya pola kondisi pegawai yang berbeda, akses ke prosedur, dan masalah sistematis lain dapat menjelaskan perbedaan hasilnya.

“Rumah sakit semata-mata tak beroperasi sama pada malam hari dengan selama siang hari,” demikian penjelasan peneliti, Dr. Mary Ann Peberdy, pembantu profesor di bagian internis dan penganan darurat di Virginia Commonwealth University, Richmond.

Penyebab utama bukti kelangsungan hidup pada malam hari dan akhir pekan mungkin penentu waktunya :  baik karena terjadi penundaan dalam memperoleh prosedur kondisi kritis atau penundaan dalam untuk mendiagnosis serangan jantung.

“Kami sebenarnya berbicara mengenai perbedaan hitungan detik, yang menimbulkan dampak penting. Sudah tiba waktunya bagi rumah sakit untuk mengamati secara kritis proses mereka,” kata Beth Mancini, pembantu dekat Undergraduate Nursing Programs di University of Texas di Arlington.

Mancini adalah salah satu “ibu” database yang digunakan dalam studi itu, yang disiarkan dalam Journal of American Medical Association edisi 20 Februari.

Menurut Institute of Medicine, tak kurang dari 98.000 kematian yang dapat dicegah di rumah sakit terjadi setiap tahun di Amerika Serikat, dan angka kekeliruan medis lebih tinggi lagi pada malam hari.

Sebelumnya, studi lebih kecil telah melaporkan bahwa kasus serangan jantung yang ditangani pada Sabtu atau Ahad lebih mematikan dibandingkan yang terjadi selama hari kerja. Sementara itu, para peneliti Kanada juga telah mendapati bahwa stroke yang terjadi pada akhir pekan lebih mematikan dibandingkan yang terjadi pada hari kerja.

Studi tersebut, yang paling menyeluruh, menganalisis angka kelangsungan hidup bagi 86.748 orang dewasa yang telah mengalami serangan jantung di salah satu dari 507 rumah sakit yang ikut dalam American Heart Association’s National Registry of Cardiopulmonary Resuscitation.

Masalah proses lain diduga ikut andil. Di satu rumah sakit, kata Mancini, pintu tertentu terkunci pada malam hari, sehingga seorang pasien akan memerlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan “defibrillator” (alat yang mengirim arus listrik ke jantung guna menghentikan bentuk tertentu gangguan debar jantung). Bahkan kelemahan yang dialami dokter pada akhir masa tugas dapat memainkan peran.

“Dokumen ini benar-benar perlu dikirim ke rumah sakit, dan orang yang mengelolanya,” kata Peberdy.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s