Terapi Baru Menurunkan Hipertensi

Sekitar satu miliar penduduk dunia menderita hipertensi dan 7,1 juta kematian tiap tahun terkait hipertensi. Kesadaran akan pentingnya pengelolaan penyakit hipertensi terus meningkat di negara-negara barat dan jumlah penderita hipertensi yang mendapat pengobatan pun menjadi meningkat.

Besarnya jumlah penderita hipertensi di dunia menginformasikan bahwa penyakit ini bersifat global dan tidak memilih-milih penderita. Memang tidak akan kita temui seorang dokter mengatakan sebab kematian pasiennya adalah hipertensi. Berbeda dengan demam berdarah yang sering menjadi sumber berita duka di televisi, penyakit hipertensi sendiri tidak menyebabkan kematian.

Bukan tekanan darah tingginya, tetapi komplikasinyalah yang seringkali berakibat fatal. Di Amerika Serikat, satu orang meninggal dunia akibat komplikasi hipertensi setiap dua menit.

Sayangnya, hipertensi seringkali tidak memberikan gejala sehingga bila tidak diperiksa secara rutin, mungkin sekali seseorang baru mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi ketika tekanan darahnya =140/90 mmHg. Untuk hipertensi dengan tekanan darah =140/90 mmHg, praktis memerlukan terapi obat-obat antihipertensi.

Sebenarnya, penyakit hipertensi tidak berbahaya bila dapat dikendalikan. Ada banyak cara mengurangi tekanan darah. Salah satunya dengan terapi obat. Tujuan terapi hipertensi adalah menurunkan jumlah kematian dan kesakitan akibat komplikasi ginjal dan kardiovaskuler (jantung-pembuluh darah).

Kini telah hadir agen terapi hipertensi baru yang menjanjikan, yaitu Direct Renin Inhibitor (DRI). Obat ini terbukti menghasilkan penekanan sistem RAA yang lebih signifikan dan merefleksikan ketidakmampuan ACEI menghambat pembentukan angiotensin II secara optimal karena ternyata pembentukan Angiotensin II tidak hanya melalui jalur ACE (Angiotensin converting enzyme tahap yang dihambat ACEI) semata, tetapi terdapat jalur lain yang tidak terpengaruh oleh enzim tersebut.

Selain pengobatan, menurut Dokter Santoso Karo Karo, Anda juga bisa baik melalui perubahan gaya hidup (pola diet dan olahraga).Berikut rinciannya.

1. Mengkonsumsi buah-buahan, susu dengan kadar lemak rendah. Hal ini bisa mengurangi tekanan darah dari 10-14 mm Hg

2. Mengurangi konsumsi garam. Batas yang dianjurkan adalah sekitar 6 gram garam per hari. Hal ini bisa mengurangi tekanan darah dari 2-8 mm Hg

3. Meningkatkan olahraga, seperti aerobic, berjalan selama 30 menit setiap hari. Hal ini bisa mengurangi tekanan darah dari 4-9 mm Hg

4. Mengurangi konsumsi alkohol. Bagi pria, jangan mengkonsumsi lebih dari dua gelas sehari. Sementara itu, bagi perempuan, jangan mengkonsumsi lebih dari satu gelas. Hal ini bisa mengurangi tekanan darah dari 2-4 mm Hg.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s