HUBUNGAN STROKE DENGAN STRESS

0 RANG yang mendadak lumpuh sesisi kebanyakan dikira “terkena darah tinggi . Entah siapa yang melancarkan istilah vang seberiarnya tidak tepat ini,” demikian ahli penyakit saraf, Dr. Priguna Sidharta mengawali pembicaraannya pada Simposium “Hubungan Stroke derigan Stress”, penyelenggaraan Majalah intisari dari Erasmus Fluis tanggal 14 September 1985 yang Ialu.
Orang Belanda zaman dulu lebih kabur lagi menyebut musibah itu sebagai beroerte (penyakit berabe).
Hanya orang Cina lah,yang lebih jelas menggambarkannya sebagai piansui Mati separuh. Ini bukan setengah mati maksudnya

Seperti lampu mati
Kini, makin banyak dipakai istilah Inggris stroke (pukulan), yang dirasakan lebih tepat, walaupun orang awam masih banyak juga yang kurang paham: apanya yang dtpukul”.
Istilah stroke memang mericakup segala macam penyakit yang dalam waktu singkat bisa mengganggu (menghantam) fungsi kawasan otak, seperti penyumbatan pembuluh darah otak, misaInya, atau bahkan perdarahan dalam otak. Gejala yang tampak akibat pukulan ini ialah lumpuh sesisi, tidak bisa berbicara, buta penglihatan sesisi, dan beberapa gejala yang lain. (L1hat boks).
Kalau ada gejala lumpuh separuh, dan lain lain separah itu, bukan berarti bahwa otot bagian itu yang rusak, tapi otak yang mempengaruhi otot itu yang tidak berfungsi. Ini ibarat lampu yang mati saja, yang bukan karena bola lampunya yang rusak (sampal perlu diotak atik), tapi karena sumber listriknya tidak bertugas.
Kebanyakan stroke menyerang orang pada usia lima puluh tahun ke atas, tapi ini tidak berarti bahwa orang di bawah telur itu tidak bisa terserang. Baik tua maupun muda, setiap orang yang mempunyai tekanan darah tinggi, mungkin sekali bisa terserang stroke.

Siapa yang mungkin sekali?
Mereka vang mempunyai tekanan darah tinggi, sakit Jantung, dan sekaligus juga mengidap penyakit kencing manis, ditambah lagi fisik yang lemah karena terlalu banyak beranak, cenderung lebih gampang terserang stroke daripada mereka yang tekanan darahnya normal, tidak menderita kencing manis, tidak sakit jantung, dari masih kuat fisiknya karena tidak banyak melahirkan anak.
Orang yang berbakat menimbun lemak dan kolesterol dalam darah sampai melebihi batas normal, biasanya lebih gampang kena stroke daripada yang tidak. Bakat ini bakat keturunan, yang diperolehnya dari orang tua atau nenek moyang dalam keluarga yang menurunkannya.
Semua penyakit itu, ditambah dengan stress yang dihadapinya pada suatu waktu dalam kehidupannya sehari hari, akan mendorong seseorang untuk terserang stroke. Stress sering menjadi penyulut (pencetus) stroke. Stroke yang timbul langsung akibat stress dikenal sebagai stress stroke, atau stroke karena stress. Misalnya stroke yang meledak waktu seseorang sedang marah marah bertengkar dengan tetangga sebelah; waktu berdebat penuh emosi dalam rapat kacau balau; waktu mengeluarkan tenaga besar dalam waktu sing

kat, seperti mengangkat lernarl, mendorong mobil mogok, atau niengadakan adegan ranjang. Pada zaman dulu juga waktu orang terpaksa memakai kemeja atau jas tutup yang kerahnya sempit. Dulu dianggap tidak berbudaya kalau orang mernakai kemeja yang 2-3 biji kancing atasnya dibiarkan terbuka. (Sekarang juga, sebetulnya).

Dudukriya perkara
Bagaimana mungkin orang yang menderita stress bisa mendadak kena stroke, padahal orang lain yang sama-sama menderita stress (serumah, sekantor, atau senasib sepenanggungan), tidak apa-apa?
Kepada para peserta simposium, Dr. Sidharta menunjukkan dengan gambar slide, bagian bagian otak yang —mengurus berbagai gerakan bagian tubuh. Dalam keadaan normal dan sehat, otak selalu menerima darah dari jantung secara lancar. Orang yang sudah lanjut usia (mulai lima puluh tahun), sudah mulai ada pembuluh darahnya yang —mengapur”, sehingga di sana-sini timbul troubles (gundukan darah beku tercampur jaringan pengikat yang melekat pada dinding pembuluh darah, sampai pembuluh ini menjadi sempit). Aliran darah agak tersumbat, jadinya.

Diterangkan oleh Dr. Sidharta, bagaimana dokter bisa mengetahui penyumbatan darah atau tidak itu, dengan artografi. Pasien disuntik dengan zat penimbul kontras pada cairan darah. lalu difoto rontgen Kalau ada penyumbatan, gambar yang tampak Ialah hitam saja tidak ada gambar pembuluh pembuluh darah yang tampak. Sebab, di situ tidak ada darah yang lewat.

Kalau tekanan darah orang tua semacarn itu tinggi. sesuai dengan tingkat umurnya yang lanjut, maka derigan tekanan darah yang tinggi itu, darah masih bisa sampai ke kawasan otak. la belum pikun, karena kawasan otaknya masih sehat mendapat suplai darah yang cukup, meskipun di sana-sini ada penyempitan Pembuluh darah.

Celakanya, kalau ia risau bahwa tekanan darahnya tinggi, Ialu mendokteri sendiri dengan obat anti hipertensi, maka trombus yang menyumbat pembuluh darahnya mengalang-alangi darah, sehingga darah yang dipompa dengan tekanan lemah ini tidak bisa sampai ke kawasan otak, mencukupi kebutuhannya. Mulailah timbul gejala dini stroke, yang karena disebabkan oleh trombus (peristiwanya disebut trombosis) dikenal sebagai stroke trombotik.
Adakalanya, trombus penyumbat itu pecah, dan serpihannya ikut aliran darah ke otak, Ialu mengganggu kelancaran peredaran darah otak. Misalnya terjadi pada seseorang yang terserang stroke mendadak ketika mau berdiri tiba-tiba dari tempat duduknya semula; atau sehabis makan kenyang berlebihan di pesta pora penuh kambing guling.
Yang lebih celaka ialah kalau yang pecah itu bukan trombus-nya, tapi dinding pembuluh darahnya itu sendiri, sampai otak mengalami perdarahan. Stroke vang paling parah ini dikenal sebagai stroke hemoragik.

Masa kritis berbeda-beda
Kelumpuhan badan separuh yang sudah berlangsung lebih dari satu minggu, tidak akan sembuh dalam beberapa minggu saja ungkap Dr. Sidharta lebih lanjut, -kesembuhan total baru tercapai paling cepat dua bulan, tapi umumnya lebih lama, malah ada yang sampai bertahun-tahun.
Di samping jenis-jenis stroke yang sudah dikemukakan tadi memang ada jenis stroke yang ringan, yang timbulnya bukan karena penyumbatan darah yang menetap, melainkan akibat kramp (kekejangan) pembuluh nadi yang cuma sebentar. jadi sesudah kekejangan berlalu, ya selesal juga geiala stroke-nya. Kalau pasien pergi ke sinshe, Ialu diberi obat, belum sempat obat diminum, ia sudah sembuh. —Hebat benar, sinshenya!” ujarnya kepada handai tolan dan sober kentalanya.

Masa kritis stroke memang tidak senantiasa sama, karena memang macarn-macam jenisnya. Stroke penyabatan yang ringan (otak yang terkena hanya kecil sekali), hanya sebentar, tidak sampai sehari. Stroke penyumbatan vang berat (daerah otak yang terkena lebih luas), bisa sampai seminggu. Stroke yang melanda pasien penderita penyakit jantung berat, ginjal berat, kencing manis berat, atau paru-paru berat, sudah tentu lama sekali masa kritisiiya, dari akan sering terulang kembali selama perawatan.
Sebaliknya, stroke hemoragik akibat perdaralian yang paling parah sampai menimbulkan kematian, masa kritisnya hanya 1-3 hari

Penyembuban yang diperlukan
Sebenarnya banyak faktor penyebab stroke hanya dapat terungkap sesudah ada pemeriksaan badaniah dan pemeriksaaii darah yang teliti. Inij elas hanya dokter yang resmi saja yang mampu menyelenggarakan pemeriksaan pemeriksaan semacam itu. Tindakan main suntik atau pemberian obat tanpa pemeriksaan badaniah dan darah yang mat sebelumnya, adalah tindakan membrane yang tidak bertanggung jawab.
Karena itu, kalau ada salah seorang anggota kcluarga Anda kena stroke, sebaiknya tidak gcgabah buru-buru minta disuntik, tapi beratkan tenang, namun segera membawa pasien ke dokter atau rumah sakit terdekat. Kecepatan dan ketepatan sangat diperlukan, tapi Juga kcbljaksanaan. jangan panik dan jangan niencoba menjadi dokter sendiri derigan minuman, obat, atau Menggosok-gosok derigan obat gosok.

Tindakan (],rural yang selalu diutamakan oleh dokter resmi ialah mengatasi gangguan pernapasan, supaya peredaran darah larger kembali; niemperbalki tekanan darah yang rendah supaya normal lagi, dan meyadarkan kembali pasien itu dari keadaan pingsan. Tekanan darah rendah pasien stroke sering disebabkan oleh gangguan tugas jantung, yang sekaligus juga merupakan penyebab utama darl stroke itu.

Partisan sering timbul pada pasien stroke penderita penyakit kencing manis, penyakit ginjal, atau penyakit hati.

Dengan memperbaiki tekanan darah dan pernapasan itu, dokter berusaha menyelamatkan jaringan otak yang sedang ‘sakit kurang darah’, namun belum sampai parah itu.

Akibat stroke dan pencegahannya

Orang yang menderita stroke tapi bisa mengatasi masa kritisnya bisa merasa putus asa. la bisa memberontak terhadap ketidak mampuan memerintah bagianbagian tubuhnya. Sesudah sembuh, kadang-kadang ia menjadi giat bersemangat dan lebih kreatif Namun, ada kalanya seseorang menjadi hiperaktif Malah ada yang hiperseksual.

Bagi orang-orang, kcluarga terdekat dari penderita stroke, pukulan itu juga menimbulkan kecemasan. Kalau ada seorang anggota kcluarga kena stroke, umumnya memang ada tujuh orang lainnya ikut ramai-ramai ke dokter. Saudara-saudara kandung, sepupu, dan lpar khawatir akan mengalami nasib scrupa. “Waduh! Kapan giliran saya dapat pukulan?”

Sesungguhnya lebih baik tidak mempunvai rasa takut terserang stroke secara berlebihan, karena dengan ketakutan itu sendiri, orang makin menderita stress. Padahal stress bisa menyulut stroke.

Teman-teman dan kerabat kerja dekat yang menjenguk ke rumah sakit, biasanya memberi naslhat yang kadang-kadang menyesatkan,

“Slnshe Anu lebih manjur Lebih baik ke sane!”
Kalau pasien kemudian menuruti anjuran itu, (yang belum tentu benar), mungkin ia bertambah putus asa, kalau kemudian ternyata la tidak berhasil menemukan penyembuh yang mengetahui dengan tepat jenis

stroke apa yang sedang—dideritanya.

Perubahan watak dan kepribadian memang sering terjadi pada penderita lumpuh sesisi. la kurang mempunyai kepercayaaii diri dan inudah nienuruti nasiliat sembarang orang lain yang bukan ahli. Di samping itu, ia juga mudah tersinggLing dari jengkcl. Pasien demikian, yang umumnya lumpuh sisi kaitannya, yang dibarengi dengan afasia (tidak bisa berbicara) dari gangguan penglihatan, kalau meriggerutu dan jengkel, justru perlu diberi tanggapan yang menycnangkaii, dorongan semangat untuk Ickas sembuh, dan bahkan pujian yang wajar (yang tidak berlebilian seperti sandiwara), bahwa scbenarnya ia mampu mengatasi penderitaarmya. Kalau ia dicela atau malah dicaci maka, iajustru makin memburuk keadaannya

Dalam memberikan dorongan untuk sembuh ini, pasien lumpuh sisi kanan harus dibedakan dari pasien lumpuh sisi kiri. Pasien lumpuh sisi kiri harus dijaga dan selalu dipesan agar berhati-liati, sebab ia cenderung meremelikan ketidak mampuannya, merasa sudah mampu, Ialu berbuat seenaknya, di samping mudah tersinggung dan bum karena dianggap ‘masih sakit’.

Sementara itu, pemeriksaan dokter harus dilakukan secara teratur, untuk mencegah jangan sampai pasien menjadi pikun.

Banyak orAng mendapat stroke yang tetap iiiciigeluh dari terus menerus mencari kesembuhan, yang menurut penilaiannya belum sempurna. Mercka repot memikirkan kesembuhan yang diidamkan Kalau cacatnya berat, itu memang bisa dimaklumi tapi kebanyakan para pengluh ini justru pasien yang sesungguhnya sudah sembuh. Hanya so-ia, tidak bisa pulih seperti dulu. Orang semacam ini pada dasarnya memang tipe orang alim perfeksionis, yang sangat rapi dalam pekerjaan, keras dari ketat dalam penllaian, sukar bergaul dengan sembarang orang yang tidak sempurna, dan juga pelit dalam urusan keuangan.

Ini berbeda sekali dengan orang

gampangan- yang suka (dan mudah) bergaul dengan masyarakat sekelilingnya, banyak teman (termasuk orang-orang yang tidak sempurna), suka berarnal dan hidup sosial. Kalaupun lagi tidak punya duit, ia tetap santai dan optimis. orang semacam ini biasanya lebih Ickas sembuh dari penderitaan stroke daripada orang tipe alim perfeksionis di muka.

Bebas stress (7

Sebelum Dr. Sidharta melanjutkan pembicaraarmya dengan usaha penanggulangan stroke dalam acara kedua (sesudah istirahat), Dra. Ibu Kartini dari Yayasan jantung Koroner mengusulkan kepada panitia untuk meng

adakan sclingan sebentar. Para peserta diminta berdiri, kemudian di bawah pimpinan Ibu jantung 1 9 Koroner itu melakukan semacam senam pcngenduran otot dan urat saraf yang selama ini sudah mulai tcgang, di tempat masing ma

sing. P.

Di antara pertanyaan yang sernpat dijawab dalam simposium 11 itu ada yang meminta jalan bagaimana cara mencegah stress yang menjadi pencetus stroke itu. Penanya bekerja di lingkungan yang sering menjengkelkan dan tidak mungkin bebas stress.

Dr. Sidharta memberi jalan,
agar mengobati sumber penyebab
stress itu. Bukan mengobati aki-
batnya, KeJengkclan (yang me-
ningkatkan tekanan darah) karena
pesta dan mudah tersinggung
akibat stress, tidak perlu diobati
dengan obat ant, Ill perterisi, kalau
emosi kita bisa—diobati- (diken
dalikan) supaya tetap tenang,
walaupun ada godaan, cobaan dan
stress. Obat yang kita bakal ialah
‘,obat anti stress” berupa nasihat
supaya sober dan tenang, dan
berdialog dengan orang-orang
bijaksana yang menyenangkan,
supaya lupa kepada (dan kemu-
dian tidak terlalu pesta terhadap)
keadaan vang menjengkelkan
Kalau ada situasi vang menjengkelkan, memang waiar kalau kita
jengkel Ya jengkcl saja Namun,
J

kejengkelan bisa dibuat cuma sebentar, kalau kita cepat melupakannya (dengan kerja lain, kesibukan lain, atau omong-omong

derigan orang lain). dan tidak mempermasalahkan keadaan itu lebih lanjut sampai ber larut2 Mestinva sudah ada pihak berwajib van,, bertugas menangani sumber kejengkelan itu

Ada I vang menarik dari seorang peserta simposium untuk membentuk semacam wadah atau perkumpulan untuk berkonsultasi dan saling bertukar informasi mengenai seluk-bcluk stroke dan stress- Atas I nil, Dr. Sidharta menyilakan seorang pcrwira dari LAKESPRA (Lembaga Keschatari Penerbangan dari Ruang Angkasa) Dokter Sarjanto, untuk menjelaskan baliwa sernentara ini wadah konsultasi scinacam itu sudah terbentuk dan masih dalam taraf konsolidasi. Mudah2 an an dalam waktu dekat sudah dapat diresmikan pendiriannya.

DI antara usaha perawatan yang perlu dilakukan terhadap pas ien stroke, yang terpenting lalah reliabilitasi badaniah dan 5i,tci,api berupa latihan menggerak-gerakkan anggota badan untuk mencegah cacat *angan sampai lebih j jangan

parah, dan untuk mengoptimalkan tugas-tugas tangan dan leaks yang bersangkutan. Latilian ini harus teratur di rumah sendiri, dan sebagai variasi sekali-sekali juga di rumah sakit bersama orang-orang senasib lain, yang pasti mau diaJak mcrijalin persahabatan scii.~sib sepenanggungan ,P

Fisioterapi ini jelas berguna

untuk mencegah jangan sampai otot~otot yang lumpuh itu makin mengecil, dan terbatas gerakannya. Ia juga berguna untuk membantu agar anggota gerak yang lumpuh itu dapat dipakai lagi.
Dr. Sidharta kemudian memperagalcan bagaimana seorang anak yang cacat lumpuh tetap bersemangat menjajakan koran dan majalah, meskipun jalannya pengkor. Lalu membandingkannya dengan seseorang yang makin putus asa tinggal duduk duduk terus di rumah, karena ototnya makin parah. SoaInya, ia tidak melakukan latihan menggerak gerakkan anggota badannya, melainkan menggerutu terus.
Di antara usaha pencegahan yang dinasihatkan oleh Dr. Sidharta (terutama bagi mereka yang belum mengalami stroke), yang terpenting ialah:

1.Menjaga dari memelihara kesehatan derigan jalan hidup teratur yang bebas dari stress.

2.Tidak meremehkan penyakit yang sedang melanda diri kita, yang lambat laun (kalau diabaikan) bisa mendatangkan stroke, seperti hipertensi, kencing manis, dan penyakit jantung.

3. Selalu menangani penyakit yang sedang melanda kita dibawah pimpinan seorang dokter konvensional yang mempunyai izin praktek, yang cara mempraktekkan profesi kedokteran tidak mirip dukun, tidak mirip sinshe, dan tidak diwarnai keanehan atau kerahasiaan. Kalau perlu disuntlk, Ya disuntik oleh orang yang berwenang untuk menyuntlk.
4. Tidak khawatir (apalagi takut) secara berlebihan terhadap serangan stroke, namun siap siaga melakukan pencegahan dengan jalan hidup bebas stress*

Catatan

jawaban pertanyaan pertanyaan yang diajukan kepada Dr. P. Sidharta dalam Simposium “Hubungan Stroke dengan Stressbis a Anda lumbar dalam Artisans edisi Desember 1985.

GEJALA DINI SERANGAN STROKE

Tanda tanda yang niendahulul kelumpuhan badan sesisi terlihat pada berkurangnya ketangkasan menggerakkan tangan dari kaki. MisaInya:

1. Tangan menjadi bodoh ; tidak begitu mau mengikuti kehendak kita.
2. Rokok vang sedang dilsap seringkali terlepas sendiri, tanpa disadari.
3. Acapkali kita tidak berhasil memasukkan kancing ke lubang kancing baju.
4. Kalau kita makan, tidak mampu memegang sendok dengan kokoh, sampai nasi seringkali berhamburan di luar jalur.
5. Tulisan tidak keruan lagi.
6. Kalau kita berjalan, sandal sering terlepas tanpa disadari.
7. Mulai susah memakai atau melepas sandal, sampai harus dibantu dengan tangan.

Gangguan berbicara dan gangguan penglihatan juga merupakan geiala dini. Misalnya:

1. Sudah mulai banyak salah ucap, seperti kunci disebut “panci”.
2. Lidah mulai kaku dan bicaranya mulai cadel.
3. Kalau diajak berbicara, jawabannya suka ngelantur, mulai seperti orang pikun
4. Waktu melirlk, tiba tiba semuanya tampak gelap, tapi kemudian tiba tiba pula terang kembali. Begitu mata menatap ke depan, penglihatan normal lagi.
5. Kadang kadang penglihatan menjadi gelap, tapi kalau dipaksakan dan benar benar berusaha, semua bisa normal kembali.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s