Kesehatan Pencernaan di Usia 40 Keatas

Problema & Solusinya
Problerria Pencernaan Usia 40 Keatas..

Masalah kesehatan pencernaan sering diremehkan karena dianggap konsekuensinya tidak fatal seperti penyakit jantung koroner misalnya. Padahal gangguan pencernaan yang “sepele” seperti sulit buang air besar, jika, diabaikan berpotensi menimbulkan penyakit lain seperti wasir dan divertikulosis yang menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari hari, sampai dengan kanker kolon (usus besar) yang mematikan.

Sulit buang air besar (sembelit konstipasi)
Ditandai oleh frekuensi buang air besar yang tidak teratur dan perasaan tidak tuntas setelah buang air besar. Frekuensi buang air besar yang “normal” berbeda untuk setiap orang; umumnya lebih dari 3 kali seminggu.
Dengan meningkatnya usia, kesulitan buang air besar semakin sering terjadi. Selain karena fungsi pencernaan tubuh menurun, juga disebabkan aktivitas fisik yang semakin berkurang” serta pola makan yang kurang serat. Banyak yang kemudian mengandalkan obat pencahar. Padahal ini bisa menyebabkan ketergantungan, artinya tanpa obat tersebut, buang air besar menjadi semakin sulit.

Wasir (hemorrhoid, ambeien)
Yaitu pembengkakan atau pecahnya pembuluh darah. di sekitar anus yang antara lain disebabkan karena kesulitan buang air besar yang berkepanjangan.

Divertikulosis
Adalah penonjolan pada bagian luar usus yang disertai radang/infeksi.

Kanker kolon (usus besar)
Kanker kolon merupakan penyakit kanker yang paling mematikan setelah kanker paru paru. Diperkirakan setiap tahun 437.000 orang meninggal karena penyakit ini. Di RSCM Jakarta selama tahun 1996 2001 dilaporkan sejumlah 224 kasus kanker kolon.’
Selain karena faktor keturunan, faktor resiko yang lain adalah meningkatnya usia (paling rawan usia 50 keatas) dan pola makan yang salah (kurang serat, tinggi lemak). Pola makan yang kurang serat menyebabkan buang air besar tidak lancar. Akibatnya, terjadi .kontak yang lebih lama antara saluran pencernaan dan racun sisa makanan, yang dapat memicu timbulnya kanker kolon.

Ketidak seimbangan Jumlah Bakteri “Baik” & “Jahat” dalam Usus Besar
Di dalam usus besar kita terdapat bakteri “jahat” yang memproduksi racun dan menyebabkan penyakit (patogen). Ada pula bakteri “baik” yang melindungi kita dari berbagai gangguan pencernaan seperti diare yang disebabkan oleh virus atau antibiotik. Bakteri “baik” juga berfungsi meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh, mengurangi jumlah racun karsinogenik, serta menekan perkembangan sel tumor.
Jika jumlah bakteri “jahat” dan “baik” dalam usus besar kita tidak seimbang (bakteri “jahat” lebih banyak), maka kita lebih mudah terkena penyakit gangguan pencernaan dan lebih beresiko terkena kanker kolon.

Solusinya. **
Mulailah melihat kembali apakah pola hidup Anda sudah cukup sehat. Meskipun usia Anda meningkat, pastikan aktivitas fisik Anda tidak banyak berkurang. Berolah ragalah secara rutin. Salah satu bentuk olah raga yang paling dianjurkan adalah jogging. Selain itu, usahakan mengkonsumsi makanan yang kaya serat. jika pola makan Anda sehari hari cenderung kurang serat, bisa ditambah dari suplemen. Misalnya Forty Plus Fiber Drink yang diformulasi khusus untuk usia 40 tahun keatas.

100% serat tumbuhan alami
Serat dalam Forty Plus Fiber Drink diekstrak secara alami dari kulit biji tanaman Isphagula dan umbi tanaman Chicory.

Serat Isphagula bersifat tidak larut air (water insoluble)
Berfungsi membantu memperlancar buang air besar. Bekerja dengan cara mengikat air di usus besar, sehingga volume feses (sisa makanan) meningkat dan tekstumya lebih lunak, yang akan membantu memudahkan pengeluaran feses dari dalam tubuh.

Serat Chicory (inulin) mempunyai kemampuan prebiotik
Manfaatnya adalah membantu memacu pertumbuhan bakteri pencernaan yang menguntungkan dan membantu menekan jumlah bakteri penyebab penyakit (patogen).

Diperkaya vitamin dan antioksidan
Mengandung 7 macam vitamin yang penting bagi tubuh serta antioksidan untuk mengurangi jumlah radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel tubuh.

Bebas gula
Seperti diketahui, usia 40 keatas perlu membatasi konsumsi gula, karena konsumsi gula yang berlebih dapat meningkatkan resiko terkena diabetes dan menyebabkan kegemukan, sehingga tubuh rawan penyakit.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s