KOLAGEN AYAM SEBAGAI OBAT REMATIK

Seorang sahabat di Kupang, Timor, sejak dulu sangat
doyan kari kambing. Tapi kini, setiap kali sesudah makan makanan kesukaannya itu, dia merasakan gejala-gejala rematik. Sendi pergelangan tangannya bengkak, kaku, dan sakit bila digerakkan. Sudah beberapa kali dia mengalami kejadian itu. la pun berkesimpulan kari kambinglah penyebabnya. Dengan berpantang makan daging kambing, ia tidak merasakan penyakitnya kumat.

Penyakit rematik memang sering kali dihubungkan dengan makanan tertentu sebagai penyebabnya. Di samping itu, ada pula yang berpendapat, rematik berhubungan dengan udara dan air dingin. Kebiasaan mandi malam hari katanya bisa memacu timbulnya rematik. Namun, pendapatpendapat itu diragukan dan perlu dibuktikan kebenarannya berdasarkan penelitian ilmiah.

Supaya kenal
Untuk mengatasi rematik bisa dilakukan berbagai bentuk terapi, antara lain dengan obat obatan. Namun, cara Trentham dkk. Rada beda. Dalam Majalah Science mereka menganjurkan para penderita remathoid arthritis, sejenis penyakit rematik pada penyakit rematik sendi, untuk makan kolagen ayam. Telah terbukti, memakan jaringan kolagen ayam dapat menyembuhkan penyakit rematik sendi.

Penyakit rematik sendi ternyata bisa sembuh bila penderitanya makan tim kolagen yang diambil dari ceker ayam dengan cara sangat mudah.

Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening kekuning-kuningan. Kalau dikukus, kolagen akan mencair agak kental seperti cairan kanji. Jaringan kolagen ayam banyak terdapat pada sendi kaki (ceker) ayam.

Pengolahan ceker ayam yang populer adalah dengan mengetim atau menggoreng dengan bumbu tertentu setelah terlebih dahulu direbus sampai kulit dan jaringan di bawahnya mengembang. Ceker goreng memang lebih gurih, tetapi kurang efektif untuk pengobatan rematik, karena suhu tinggi minyak goreng akan merusak struktur protein kolagen serta mengubah antigenisitas dan imunogenisitas Ag kolagen ayam. Sebaiknya, ceker ditim karena suhu tertinggi waktu pengetiman hanya mencapai 1000C, sesuai suhu titik didih air. Pada suhu tersebut struktur protein kolagen dan zat lainnya yang berkhasiat tidak banyak yang rusak.

Penyembuhan dengan makan ceker ayam tim termasuk oral tolerance therapy (OTT), yakni cara pengobatan dengan meningkatkan toleransi tubuh terhadap antigen (Ag) tertentu dengan cara memasukkan makanan yang mengandung Ag tersebut ke dalam tubuh melalui -mulut. Makanan juga bisa dimasukkan ke dalam tubuh melalui selang dari rongga hidung langsung ke lambung. Atau makanan cair diinfus melalui pembuluh darah balik. Tujuan OTT agar tubuh berkenan dengan hadirnya Ag tertentu.

Di, dalam tubuh manusia dikenal dua riiacam Ag, yakni Ag asing (nonself-Ag) dan Ag diri (self-Ag). Setiap Ag bisa bersifat antigenik dan imunogenik. Ag antigenik bisa berikatan dengan antibodi (Ab) yang spesifik terhadap Ag itu, tapi tidak mampu merangsang tubuh bereaksi membentuk Ab spesifik terhadap Ag itu’ Sedangkan Ag imunogenik mampu berikatan dengan Ab spesifik terhadap Ag itu dan mampu

merangsang tubuh menghasilkan Ab spesifik terhadap Ag itu. Protein kolagen ayam adalah antigen asing yang bersifat imunogenik.

Mekanisme kerja OTT ini kira-kira sama dengan yang dikemukakan Wells, dalam Journal Infectious Diseases. Dia melaporkan, dengan memberi makan protein telur ‘ayam kepada sejumlah marmot yang alergi terhadap zat tersebut, mereka terhindar dari reaksi anafilaksis (shock berat tiba-tiba yang dapat mematikan). Ini terjadi lantaran binatang tersebut jadi toleran dan tidak menolak Ag protein telur ayam.

Nah, dalam kolagen ayam terdapat beberapa bagian (reaksi) protein yang berperan mirip dengan Ag fraksi protein kolagen sendi manusia. Dengan makan tim kolagen ayam setiap hari, berarti tubuh secara rutin diperkenalkan secara perlahan dengan Ag kolagen ayam yang fraksi proteinnya mempunyai antigenisitas dan imunogenisitas, serta struktur dan berat molekulnya mirip Ag kolagen sendi manusia. Timbullah toleransi terhadap self-Ag, yakni Ag kolagen sendi sendiri. Aktivitas sel limfosit T (suppressor), bagian sel limfosit T (sel sistem kekebalan tubuh) yang bertugas menekan sel kekebalan bereaksi membentuk sel-sel efektor, meningkat. Produksi auto-antibodi (antibodi terhadap self-Ag) antikolagen sendi oleh sel limfosit B juga ditekan. Penderitaan akibat rematik pun menghilang.

Cara pengobatan imunologi lain untuk menyembuh-. kan rematik ialah dengan pengobatan immunosupressor therapy (IST), yakni pengobatan dengan menggunakan obat immunosupressor, seperti golongan kortikosteroid, imuran, dan cyclosporin. Tujuan pengobatan ini adalah menekan reaksi kekebalan yang

efeknya menekan semua sistem kekebalan tubuh, sehingga orang menjadi tidak kebal dan tidak bereaksi terhadap semua Ag, termasuk mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit patogen. Karena itu dengan IST, orang gampang terinfeksi.

Rematik bisa juga. disembuhkan dengan tolerance therapy (TT). Caranya, dengan menyuntikkan Ag yang akan ditoleransi (diterima) oleh tubuh, di bawah kulit atau ke pembuluh darah balik. Bahkan, bisa juga dengan menghirupnya, meletakkannya di bawah lidah, atau menempelkarmya di kulit. Terapi ini berbeda dengan IST. Tujuan TT adalah membuat penderita toleran terhadap Ag tertentu yang diinginkan. Tapi tubuh tetap terlindungi dari Ag lainnya macam bakteri, virus, dan jamun

Mudah ditembus Ag makanan

Dr. Harry Isbagio dari Subbagian Rematologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam, RSCM-FKUI dalam tulisannya “Atritis, Diet, dan Nutrisi” (Majalah Kedokteran Indonesia, jangan 1996) menduga, ada dua kemungkinan hubungan antara nutrisi dan rematik. Pertarna-Ag makanan mungkin menyebabkan seseorang menjadi sensitif berlebihan sehingga berbagai

gejala rematik muncul. Singkatnya, dia alergi terhadap makanan tertentu. Kedua,, mungkin mempengaruhi respons kekebalan atau peradangan, atau kedua-duanya, sehingga dapat mengubah gejala rematik.

Itu sebabnya pada artritis rematoid, umpamanya, alergi makanan diduga karena sifat saluran cerna penderita lebih mudah ditembus oleh Ag makanan. Bila mereka berpuasa, keluhan nyeri, ukuran bengkak, dan kaku sendinya berkurang. Kebutuhan obatnya juga berkurang.

Rematik pada umumnya dikenal sebagai penyakit degeneratif sendi yang biasanya terjadi pada lansia, tanpa diketahui penyebabnya. Pada penyakit ini kerusakan terjadi pada tulang rawan sendi dan tulang di dasar tulang rawan itu berkondensasi (memadat) membentuk pengapuran sendi. Mula-mula keluhannya berupa sendi kaku, nyeri, dan berbunyi bila digerakkan, tampak membengkak.

Pendapat terakhir menggolongkan rematik sebagai penyakit autoimun, yang disebut juga autotoxicus karena sistem kekebalan tubuh merangsang dirinya sendiri menghasilkan sel-sel efektor dan Ab yang merusak Ag sendiri.

Pada penyakit autoimun rematik, sistem kekebalan tubuh menghasilkan sel efektor dan Ab yang menyerang jaringan sendi sendiri. Penyakit ini tidak diderita semua orang, tetapi hanya menyerang mereka yang tidak toleran terhadap Ag jaringannya sendiri. Mengapung demikian? Jawabannya masih belum bisa ditemukan. Bahkan di kalangan pakar dunia kedokteran pun, hal ini masih menjadi misteri.

Karena thymus lenyap
Ada beberapa teori berkaitan dengan munculnya penyakit rematik autoimun. Di antaranya adalah teori genetik, teori kemiripan, dan teori ngumpet.

Pada teori genetik dikemukakan bahwa orang tertentu membawa gen yang membuat ia menolak self-Ag. Namun, pendapat ini kurang memuaskan karena tidak semua pembawa gen tersebut menderita penyakit yang sama.

Pada teori kemiripan disebutkan, sistem kekebalan tubuh memproduksi sel efektor dan antibodi Ag asing (nonself-Ag) untuk menghancurkan Ag asing tersebut. Tetapi karena self-Ag-nya mirip dengan Ag asing, self-Ag ini pun disikat pula, sehingga orang tersebut menderita penyakit autoimun.

Sementara, teori ngumpet telah terbukti kebenarannya.

Menurut teori ini, sel limfosit, yang berperan dalam kekebalan, semasa pertumbuhan janin membentuk reseptor Ag spesifik terhadap Ag asing. Tetapi, tidak membentuk reseptor Ag spesifik terhadap Ag yang pernah dikenalinya. Bila limfosit tidak mempunyai reseptor Ag spesifik terhadap suatu Ag, berarti ia “buta” atau tidak bereaksi dengan Ag tersebut, termasuk terhadap self-Ag.

Sementara itu, di dalam tubuh terdapat self-Ag yang selama masa pertumbuhan janin ngumpet, sehingga tidak dikenal dan tidak pernah kontak dengan limfosit. Cairan dan membran synovial (membran penghasil synovia, cairan pelumas sendi) dan struktur lain dalam sendi juga termasuk self-Ag yang ngumpet sehinaga tidak dikenal limfosit. Kalau kemudian terjadi kebocoran sehingga Ag itu nongol, maka akan dikenal oleh sel limfosit yang akan memproduksi sel efektor dan Ab untuk menghancurkan self-Ag tersebut, seperti yang terjadi terhadap Ag asing.

Jaringan kolagen sendi biasanya terbungkus rapi oleh membran synovial yang utuh. Bila sendi mengalami trauma atau radang sehingga membrannya robek atau bolong, maka terbuka lieluang jaringan kolagen di dalam sendi dikenali oleh sel limfosit. Sel sel kekebalan tersebut akan mengenaInya sebagai Ag asing, karena semasa janin Ag kolagen ini ngumpet dan baru dikenal setelah lahir. Sel kekebalan yang mengandung reseptor terhadap self-Ag seharusnya dihilangkan. Tetapi karena sernasa janin mereka tidak mengenal kolagen sendi sebagai self-Ag, maka sel kekebalan akan bereaksi memproduksi Ab antikolagen dan antistruktur jaringan ikat lainnya dalam sendi. Timbullah penyakit autoimun rematik sendi.

Mengapa yang diserang biasanya lansia? Ini berkaitan dengan sel sistem kekebalan spesifik yang meliputi sel limfosit T (thymus) dan B (bone marrow). Sel limfosit T-terbagi atas Th Ts, Tc, dan Td . Th -memacu tetapi Ts menekan pembentukan Ab. Thymus yang terletak di leher bagian bawah terkenal sebagai “pusdiklat” limfosit T. Limfosit B akan berubah menjadi sel plasma yang menghasilkan Ab dan sel B memori (sel limfosit B pengingat) bila tubuh pernah berhadapan dengan Ag tertentu. Bila kelak berhadapan dengan Ag yang sama, sel B pengingat ini akan berubah menjadi sel plasma dan menghasilkan Ab yang sama spesifikasinya

dengan jumlah lebih banyak.

Penyimpangan pembentukan Ab mestinya dapat dikontrol dan diperbaiki lewat suatu mekanisme tubuh. Namun, pada umumnya kelenjar thymus lansia sudah lenyap. Bila jumlah sel B memori tetap, tetapi sel Ts berkurang

karena pusdiklatnya sudah tidak ada, maka kemampuan menekan pembentukan Ab anti-self-Ag menurun. Kemungkinan terserang penyakit autoimun pun lebih besar. (dr. Paul Zakarla daGomez/Imunolog pada Laboratorium Sito Genetika RS. Harapan Kita, Jakarta)

MEMBUAT TIM KOLAGEN CEKER AYAM

Untuk membuat satu porsi tim kolagen ceker ayam diperlukan ± 0,5 kg kaki ayam. Tiap ceker dipotong menjadi 3 – 4 bagian, Ialu dikukus dengan sebuah dandang dan 3 panci dengan berbagai ukuran (Iihat gambar).

Cara mengetimnya:
1. Masukkan potongan kaki ayam ke dalam panci berlubang lubang.
2. Isi dandang (A) dengan air secukupnya.
3. Letakkan panci (B) di atas alas kukus berlubang (E).
4. Taruh panci (D) secara terbalik di dalam panci (B).
5. Letakkan panci (C) yang berisi ceker di atas panci (D).
6. Tambahkan air pada panci (A) hingga airnya mencapai ketinggian setengah panci (B).
7. Masak hingga air mendidih. Pertahankan air tetap mendidih dengan cara mengecilkan api. Lamanya 3 – 4 jam.
. Dengan cara tersebut, semua kolagen kaki ayam yang mencair akan tertampung di panci (B). Tim kolagen ceker ayam ini cukup diminum segelas sehari.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s