HUBUNGAN STROKE DENGAN STRESS

0 RANG yang mendadak lumpuh sesisi kebanyakan dikira “terkena darah tinggi . Entah siapa yang melancarkan istilah vang seberiarnya tidak tepat ini,” demikian ahli penyakit saraf, Dr. Priguna Sidharta mengawali pembicaraannya pada Simposium “Hubungan Stroke derigan Stress”, penyelenggaraan Majalah intisari dari Erasmus Fluis tanggal 14 September 1985 yang Ialu.
Orang Belanda zaman dulu lebih kabur lagi menyebut musibah itu sebagai beroerte (penyakit berabe).
Hanya orang Cina lah,yang lebih jelas menggambarkannya sebagai piansui Mati separuh. Ini bukan setengah mati maksudnya Baca lebih lanjut